RSS

10 RAHASIA MENAKLUKKAN HATI : 1. SAPA DUNIA DENGAN SALAM

18 Jun

 Hay…! para pembaca, aku ingin bertanya kembali dan kau tak usah jawab sekarang cukup hatimu yang menjawabnya, Bagaimanakah kau Sapa Duniamu ? Apakah dengan Salam ?? Apabila engkau bertemu dengan seseorang, engkau harus memberinya salam. Ia akan senang menerima sapaanmu daripada menerima seribu hadiah yang diberikan tanpa sapa dan kata. Apabila engkau tidak sempat bersilaturrahim kepada kami, sampaikanlah dengan salam. Sesungguhnya memberikan salam merupakan sebagian dari silaturrahim. Catatlah rasa cinta dengan tinta air mata, agar ia kekal sebagai tanda bagi mereka yang mencinta.

***

Betapa indah jika engkau berhasil merengkuh keselamatan dan kebahagiaan, Karena itulah tujuan yang hendak dicapai dengan kesungguhan tekadmu. (Ibnu Al-Wardi)

Kata as-salam dalam bahasa Arab merupakan salah satu nama dari asma Allah SWT. Dengan demikian, jika kita mengucapkan salam kepada seseorang, berarti telah mendo’akannya bahwa Allah senantiasa menjaga, memelihara, dan memberikan jaminan kepadanya. Ucapan salam sama dengan ungkapan Allahu ma’ak (semoga Allah selalu bersamamu) yang bermakna do’a, yaitu semoga Allah SWT selalu memelihara, menjaga, dan memberikan pertolongan, dan menyayangimu. Menurut sebuah pendapat, makna salam adalah keselamatan. Artinya semoga keselamatan dan keamanan sempurna dari Allah SWT (yang jauh dari keburukan, sikap khianat, dan penipuan) senantiasa bersamamu.

Kata atau ucapan salam juga dapat diberikan kepada seseorang yang tidak ada dihadapan kita, seperti engkau menitipkan salam kepada saudaramu melalui seorang utusan yang dikenalinya. Lalu, ia menyampaikannya kepada orang yang engkau maksud atau bisa juga mengirimkan salam lewat surat (sms) atau telepon untuk menanyakan keadaan seseorang dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Tradisi mengucapkan salam dapat membantu seseorang untuk mengekalkan rasa cinta dan menguatkan tali persaudaraan di antara keduanya.

Sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Abu darda RA, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, ”Do’a seorang muslim bagai saudaranya yang tidak ada dihadapannya (ghaib) adalah mustajab (akan diterima), karena didepan kepala orang yang berdo’a terdapat malaikat-malaikat yang ditugaskan untuk mencatat do’anya. Setiap kali ia memohon kebaikan untuk saudaranya, maka malaikat akan menjawabnya, ‘Amin’. Dan engkau juga akan mendapatkan kebaikan yang sama (seperti yang engkau mintakan untuk saudaramu).” (HR Muslim).

Hukum menyebarluaskan (mengucapkan salam) adalah sunnah muakkad dan untuk menjawab salam hukumnya fardu’ain jika kita sendirian tetapi jika kita satu kelompok/jamaah maka hukumnya menjadi fardu kifayah (dianggap cukup jika sudah ada yang mewakili menjawab salam tersebut). Dan lebih baiknya lagi jika semua ikut menjawab, hal itu diperbolehkan. Dalam menjawab salam, Allah SWT memerintahkan kita agar menjawab salam seseorang, sebagaiman firman-Nya, “Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu.” (QS An-Nisa (4):86).

Sebaik-baik penghormatan bagi seorang Muslim adalah ucapan salam, karena salam merupakan penghormatan yang digunakan oleh para ahli surga. Allah SWT berfirman, “Salam penghormatan kepada mereka (orang-orang mukmin itu) pada hari mereka menemui-Nya ialah salam “. (QS Al-Ahzab (33):44).

Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Ketika Allah SWT menciptakan Adam AS, Allah berfirman, ‘pergilah wahai Adam dan ucapkan salam (penghormatan) kepada mereka semua (para malaikat yang sedang duduk). Lalu, dengarkanlah penghormatan yang mereka ucapkan kepadamu, karena sesungguhnya ia (salam) adalah ucapan penghormatan untukmu dan anak-cucumu,’ lalu, Adam AS mengucapkan, ‘Assalamu’alaikum’ dan para malaikat pun membalasnya dengan mengucapkan, ‘assalamu’alaika warahmatullah’, para malaikat membalasnya dengan jawaban yang lebih baik, yaitu ‘wa rahmatullah’.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Nah, sekarang ucapan shabahul khair (selamat pagi) atau masaul khair (selamat sore) hanyalah ucapan biasa yang telah menjadi tradisi dan sesungguhnya serupa dengan adat kebiasaan yang dilakukan pada zaman jahiliyah. Aku mengucapkan ‘selamat pagi’ ketika sore hari. Lalu mereka membalasku, “apa yang engkau maksud dengan ‘selamat pagi’?” Mereka kira itu adalah candaan. Aku menjawab kembali, “raut mukamu yang bercahaya hingga sore tampak laksana pagi.” Mau tahu nga keutamaan dan faedah mengucapkan salam ? Rasulullah mengajarkan kita selaku umatnya untuk selalu menyebarkan salam kepada saudara dan sahabat muslim karena keutamaan dan faedah menucapkan salam dibawah ini :

1. Sebagai wujud pelaksanaan segala perintah Allah SWT karena salam merupakan tujuan kebahagiaan manusia, baik di dunia maupun di akhirat. Firman Allah SWT (QS An-Nur (24): 27 & 61).

2. Penyebaran asma Allah di antara manusia dan menghidupkan sunah Nabi kita, Muhammad SAW.

3. Menyebarkan salam merupakan sebagian dari sifat-sifat malaikat Al-Muqarrabin (yang dekat kepada Allah) dan sifat para kekasih Allah yang bertaqwa. Firman Allah SWT (QS Adz-Dzariyat (51): 24-25).

4. Salam merupakan salahsatu cara untuk menyatukan orang-orang Muslim, menyebarkan rasa kasih sayang di antara mereka dan menghilangkan rasa permusuhan serta kebencian dihati mereka. Jadi salam adalah sebuah kunci yang bisa membukakan pintu hati manusia. Apabila ucapan salam adalah cara untuk saling mencinta, kasih sayang ialah cara menuju keimanan dan keimanan merupakan jalan menuju surge. Abu Hurairah RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku ada pada genggaman-Nya, kalian tidak akan masuk surge kecuali beriman, dan tidak akan beriman kecuali saling mencintai. Tidakkah kalian ingin aku tunjukan pada sesuatu yang jika engkau kerjakan, kalian kan saling mencintai ? sebarkanlah salam diantara kamu sekalian.” (HR. Muslim).

5. Salam merupakan sebagian dari unsure yang dapat menyempurnakan keimanan. Dari Umar bin Yasir RA, beliau berkata, “Terdapat tiga perkara, yang siapa saja dapat mengumpulkan ketiganya,sungguh sudah sempurnalah imannya. Bersikap adil pada dirimu sendiri, menyebarkan salam pada dunia dan bersedekah dari kebakhilan atau kekikiran.” (HR. Bukhari).

6. Salam adalah salah satu jalan untuk memperoleh berkah atas orang yang memberikan dan membalassalam. Dari Anas RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Wahai anakku, apabila kamu masuk ke rumah keluargamu, ucapkanlah salam, karena ucapan salam akan menjadikan keberkahan kepadamu dan seluruh keluargamu.” (HR. Tirmidzi).

7. Salam dapat menyebabkan orang-orang Yahudi dan Nasranin marah. Dari Aisyah RA, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Orang-orang Yahudi tidak pernah merasa iri hati terhadap sesuatu pun yang ada pada kalian, seperti rasa iri hati mereka terhadap salam dan membaca ‘amin’.” (HR. Ibnu Majah).

8. Salam dapat menghantarkan seseorang kedalam surge. Dari Abu Yusuf Abdullah bin salam RA, ia berkata, “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Wahai manusia, sebarkanlah salam, berilah makan, sumbungkanlah persaudaraan, dan shalatlah kamu sekalian pada waktu malam ketika orang-orang tertidur. Kalian akan masuk surge dengan selamat (salam)’.” (HR. Tirmidzi).

Eit….! Sabar dulu, sebelum kamu mempraktekkan salam, ada beberapa etika mengucapkan salam untuk sahabt-sahabat nie….! Kalau sudah paham jangan disalah gunakan ya….!

Etika Mengucapkan Salam

1) Orang muda mengucapkan salam kepada orang yang lebih tua.

2) Hendaknya mengucapkan salam dengan menggunakan kata ganti jamak (plural), meskipun penerima salam tersebut hanya satu orang.

3) Hendaknya mengucapkan salam dengan suara yang dapat didengar oleh penerima salam.

4) Mengucapkan salam sambil berjabatan tangan dengan erat.

5) Mengucapkan salam dengan menghadapkan wajah yang ceria kepada orang-orang yang diberi salam.

6) Tidak mengkhususkan salam hanya kepada orang yang dikenal saja.

7) Mulailah membaca salam sebelum engkau berbicara.

8) Dahulukanlah salam kepada orang yang mempunyai kedudukan dalam bidang agama.

9) Mengulang salam kepada orang yang sering kita temui.

10) Tidak mengucapkan salam hanya dengan isyarat.

11) Tidak mengucapkan salam kepada orang yang sedang membuang hajat.

12) Tidak boleh memulai mengucapkan salam dengan kalimat ‘alaikassalam.

13) Tidak memulai mengucapkan salam kepada orang kafir.

14) Mendahului mengucapkan salam. Buktikanlah cintamu !

(dari buku Adakah Cinta di Hatimu? karya Abu Abdullah al-Hasyidi)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 18, 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Pos-pos Terbaru

  • time

  • aktivitas

    Juni 2012
    S S R K J S M
    « Mei   Sep »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    252627282930  
  • Arsip

  • Kategori

  • Meta

  • facebook

  • indranurulhayat@gmail.com

    Bergabunglah dengan 3 pengikut lainnya

  • twitterkoe

    Error: Please make sure the Twitter account is public.

  • kawan

  • Statistik Blog

    • 5,605 hits
  •  
    %d blogger menyukai ini: