RSS

AMBISI MAHASISWA MASA KINI

10 Apr

Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh,

Alhamdulillaahirabbil’aalamin…….,
Puja dan puji syukur kehadhirat Allah Subhanahu Wata’ala, yang masih memberikan rizki berupa kesehatan jasmani maupun rohani sehingga kita masih dapat berkumpul dan bertatap muka di tempat yang InsyaAllaah di mulyakan oleh Allaah.

Sholawat bergandengan dengan salam, marilah kita curahkan kepada junjungan kita, Nabi akhir zaman Nabi Muhammad Shallallaahu ‘alihi Wassallam, yang telah membawa umat berhadapan dengan zaman sekarang.

Para Bapak, Ibu dan Saudara/I yang saya hormati,
Pada kesempatan di pagi hari yang bersahabat ini saya ingin menyampaikan beberapa patah kata yang berhubungan tentang ambisi mahasisiwa masa kini.

Berbicara tentang mahasiswa, kita sering mendengar mahasiswa adalah Agent of change, Agent of change berarti agent perubahan. Seorang mahasiswa apabila belum membuat suatu perubahan berarti dia bukanlah mahasiswa seutuhnya, dia hanya bisa membuang-buang biaya kuliahnya saja. Demikianlah pemikiran sebagian masyarakat tentang sosok seorang mahasiswa.

Mahasiswa disini, apabila kita kaitkan dengan ambisi yang dia miliki, maksudnya, ambisi untuk menjadi seorang pemimpin yang akan membawa perubahan walaupun mulai dari pemimpin yang tingkat bawah, kita akan menemukan empat karakter mahasiswa, empat karakter yang pasti ada pada diri seorang mahasiswa yang berhubungan dengan ambisi untuk menjadi seorang pemimpin.

Pertama, seorang mahasiswa yang mempunyai ambisi untuk menjadi pemimpin, akan tetapi dia tidak mempunyai rasa tanggung jawab atas kepemimpinannya, hal ini sangatlah disayangkan karena dia hanya inginkan sebuah jabatan saja, yang dimana ujung-ujungnya pasti hanya material.

Kedua, seorang mahasiswa yang mempunyai ambisi dan juga bertanggung jawab atas kepemimpinannya, inilah yang ideal, sebab jika sudah ada ambisi haruslah punya tanggung jawab juga sebagai seorang pemimpin yang dimana sebagai kewajibannya.

Ketiga, seorang mahasiswa yang tidak mempunyai ambisi untuk menjadi pemimpin, tetapi jikalau dia dipercaya untuk menjadi pemimpin, way not ? dia akan menerima amanat tersebut dan tidak lupa untuk mengemban rasa tanggung jawab sebagai seorang pemimpin yang pada awalnya tidak dia kehendaki.
Keempat, seorang mahasiswa tidak mempunyai ambisi dan jikalau diberi amanat untuk menjadi pemimpin dia terima, akan tetapi dia tidak menganggap ada beban tanggung jawab di pundaknya.

Dari semua karakter, yang terpenting adalah mempunyai tanggung jawab, walaupun tidak mempunya ambisi untuk menjadi pemimpin, kita tetap harus mengakui bahwa tanggung jawab itu harus ada sebagai mahasiswa.

 Mungkin hanya ini yang bisa saya bagi untuk semuanya, ada sepintas pantun yang saya punya  “bila ada sumur di ladang boleh Abang menumpang mandi, jika ada kata yang tidak berkenan itu datangnya dari diri saya pribadi, jika ada kata yang berkenan di hati, itu datangnya semata-mata dari Ya ilahi ya rabby.

Wallahulmuafiq ilaa aqwamitthariq,

Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 10, 2012 in Uncategorized

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Pos-pos Terbaru

  • time

  • aktivitas

    April 2012
    S S R K J S M
        Mei »
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    30  
  • Arsip

  • Kategori

  • Meta

  • facebook

  • indranurulhayat@gmail.com

    Bergabunglah dengan 3 pengikut lainnya

  • twitterkoe

    Error: Please make sure the Twitter account is public.

  • kawan

  • Statistik Blog

    • 5,605 hits
  •  
    %d blogger menyukai ini: